Semua artikel

Kenapa kami membangun Storave

Cerita di balik keputusan Jaga Raya Internusa membangun marketplace penitipan barang pertama di Indonesia.

Setiap traveler pernah mengalaminya: check-out jam 12 siang, penerbangan baru jam 9 malam, dan sembilan jam di antaranya dihabiskan sambil menyeret koper ke mana-mana.

Masalah yang tidak pernah dianggap masalah

Di Indonesia, tempat penitipan barang biasanya hanya ada di stasiun besar dan beberapa bandara. Di luar itu, traveler bergantung pada kebaikan hati resepsionis hotel. Tidak ada harga yang jelas, tidak ada jaminan, dan tidak ada kepastian barang akan aman.

Padahal ruang kosongnya ada di mana-mana. Kafe punya sudut yang tidak terpakai. Toko punya gudang kecil di belakang. Guesthouse punya lemari yang menganggur di siang hari.

Menghubungkan dua sisi

Storave mempertemukan keduanya. Traveler mendapat tempat penitipan terverifikasi dengan harga transparan mulai Rp 15.000 per hari, terasuransi hingga Rp 1.000.000, dan proses titip yang selesai dalam satu kali scan QR.

Mitra mendapat pemasukan tambahan dari ruang yang sebelumnya tidak menghasilkan apa-apa, tanpa perlu mengurus pembayaran atau asuransi sendiri.

Yang kami bangun berikutnya

Hari ini jaringan kami sudah berjalan di Kabupaten Sleman dan Kota Malang, dan terus bertambah. Targetnya sederhana: di kota mana pun Anda mendarat, selalu ada titik Storave dalam jarak berjalan kaki.